bayi yang patah leher di sembuhkan

Suatu hari saya (John G Lake) berbincang dengan Tom Seymour di Los Angeles. saya menceritakan kepadanya tentang peristiwa berikut ini dalam kehidupan Elias Letwaba, salah seorang pengkhotbah dari penduduk asli di Afrika Selatan.

Saya pergi ke rumah Letwaba suatu hari di kota itu, dan istrinya berkata, “Ia tidak ada di rumah, seorang anak kecil terluka dan ia sedang mendoakannya.”

Jadi, saya pun pergi ke gubuk di mana ia berada, saya berlutut, merangkak masuk ke dalam. saya melihat Letbawa berlutut di sudut di samping seorang anak kecil. Saya berkata, “Letwaba, ini saya. Ada apa dengan anak ini?”

Ia memberi tahu saya bahwa ibunya menggendongnya di punggung dengan menggunakan selimut, sebagaimana kebiasaan penduduk asli di sana saat membawa anak mereka. Anak itu terjatuh, ia berkata, “Saya rasa lehernya terluka”.

Saya memeriksa anak itu dan melihat bahwa lehernya patah. Leher anak itu berputas dari satu sisi ke sisi lain seperti leher boneka. “Mengapa, letwaba, leher anak ini patah!”

Saya tidak memiliki iman untuk leher yang patah, tetapi letwaba tidak mengetahui perbedaannya. saya melihat baha ia tidak mengerti. Ia melihat roh keraguan dalam diri saya, dan sayapun berkata kepada diri sendiri, saya tidak akan ikut campur dengan imannya. Ia akan merasakan keraguan yang ditimbulkan oleh berbagai tradisi lama yang sduah saya pelajari, jadi say akan pergi keluar saja.

Saya pergi ke gubuk lain dan terus berdoa, saya tidur pukul satu siang. pada pukul tiga, Letwaba masuk. saya bertanya, “Bagaimana keadaan anak itu Letwaba?”

Ia menatap saya, begitu penuh kasih dan manis, dan berkata, “Mengapa, Saudara, anak itu baik – baik saja! Yesus sungguh menyembuhkannya.”

Saya berkata, “Anak itu biak – baik saja! Letwaba, bawa saya menemuinya sekarang juga!”

jadi, kami menemui anak itu. Saya mengangkat bayi itu dan keluar dari gubuk itu seraya berdoa. “Tuhan, buanglah segala hal yang terkutu dari dalam jiwa saya, yang membuat saya tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.”

Sementara saya menceritakan peristiwa itu kepada Tn. Seymour, ia berseru, “Puji Tuhan, Saudara! itu bukan kesembuhan–itu adalah kehidupan.”

— Dikutip dari buku berjudul “how to be filled with Spiritual power” oleh Harold J. Chadwick, hal : 195 – 197, penerbit : Andi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: