Peperangan Blumhardt

Uskup Johan Christopher Blumhardt adalah seorang gembala di Mottlingen, sebuah desa kecil di Wurttemberg, Jerman, yang pada abad ke -19 memiliki kuasa hampir setingkat John G. Lake pada abad ke -20. Selama dua tahun ia berjuang menyelamatkan pikiran dan tubuh seorang wanita bernama Gottliebin Dittus yang didera sederet penyakit dan masalah aneh. Saat Blumhardt melakukan pelayanan terhadap wanita itu, ia menunjukkan tanda- tanda kerasukan. Tidak jelas mengapa ia bisa di siksa seperti itu, tetapi ia pernah terlibat dalam praktik sihir yang pada saat itu merupakan perkara biasa bagi penduduk desa, dan mungkin itulah yang menjadi pintu masuk bagi roh – roh yang menyiksanya — tampaknya ada ribuan roh.

Banyak pejabat terkemuka di desa itu dan di lingkup denominasi asal Blumhardt, menasihatinya untuk menjauhi perkara seperti itu dan membiarkan Tuhan sendiri yang menangani Gottliebin–dokter di sana telah angkat tangan–tetapi Blumhardt menolak. maka dimulailah peperangan rohani yang intensif selama dua tahun, peperangan dimana Blumhardt terkadang menjadi satu-satunya orang yang percaya bahwa Tuhan dapat menang. kerap kali ia dipanggil malam-malam untuk menyaksikan gejala-gejala yang paling menakutkan–dan ia tetap setia berdoa disana sampai Gottliebin tenang. Blumhardt menolak semua teknik dan metode pengobatan berbau sihir dan hanya bersandar pada kemenangan Yesus di kayu salib dan firman Allah. Suatu waktu melalui Gottliebin ia diberitahu bahwa roh-roh itu kerap kali ingin menyerangnya, dan seandainya ia pernah sekali saja berpaling dari firman Allah lantas mengikuti cara manusia, ia pasti sudah di serang.

Satu demi satu roh tersebut meninggalkan Gottliebin selama dua tahun peperangan sampai akhirnya roh terakhir dalam tubuh Gottliebin melemah dan pergi seraya menjerit, “Yesus adalah pemenang.”. jeritannya bahkan terdengar sampai ke beberapa rumah. Dalam waktu singkat, kebangunan rohani merebak di desa itu dan ratusan orang percaya kepada Yesus Kristus. Gottliebin pulih sepenuhnya dan selama sisa hidupny mengabdi kepada Bishop Blumhardt dan istrinya, mengurus rumah dan anak – anak mereka.

Peperangan dua tahun ini mengantarkan Blumhardt ke dalam sebuah pelayanan kesembuhan yang begitu efektif sehingga akhirnya ia mendirikan sebuah rumah kesembuhan di sebuah spa bernama Bad Boll, kira-kira 20 menit berjalan kaki dari sebuah desa yang bernama sama. Di sana ia melayani ribuan orang yang datang dari seluruh penjuru dunia. Blumhardt sering berkata, “Kesembuhan tidak lebih dari kehadiran Yesus Kristus yang nyata.” selama bertahun – tahun menjalankan pelayanannya, Blumhardt hanya bersandar pada kemenangan Yesus Kristus di kayu salib dan firman Allah.

— Dikutip dari buku berjudul “how to be filled with Spiritual power” oleh Harold J. Chadwick, hal : 88 – 90, penerbit : Andi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: