Sakit pada kunci paha di sembuhkan sebelum operasi

pendeta Steve, dan istrinya diundang oleh seorang sahabat yang adalah penginjil untuk menghadiri kebaktian penginjilan selaam tiga hari di sebuah gereja di kentucky. sang penginjil, yang juga adalah pemusik, menginjil kesana kemari bersama istri, saudara perempuan, dan iparnya. semuanya, kecuali iparnya, adalah pemusik dan penyanyi lagi gospel– ia yang mengurus sound system mereka.

pada sore di hari kedua kebaktian itu, mereka semua sedang bersantai di dekat kolam renang motel. disitu ada sebuah lapangan tenis dan sang ipar, yang kami panggil Ralph, dan istrinya sedang bermain tenis. Tiba – tiba Ralph meringkuk kesakitan. semua orang emnghamprinya dan setelah beberapa menit rasa sakitnya berkurang istrinya dan sang penginjil menolongnya kembali ke kamar motel.

Steve bertanya mengenai apa yang sedang terjadi kepada istri sang penginjil. Rasa sakit yang luar biasa tiba – tiba menyerang kunci pahanya.” jawabnya.” Ia telah diperiksa oleh beberapa dokter dan telah di rontgen, tetapi mereka tidak menemukan sesuatu yang salah pada Ralph. Keadaannya semakin memburuk, jadi minggu depan ia akan ke rumah sakit untuk menjalani operasi pemeriksaan untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab rasa sakitnya.”

Malam itu, sesaat sebelum kebaktian itu di mulai, Steve dan istrinya duduk di barisan depan. Sang penginjil muncul dari suatu ruangan di belakang panggung dan memberi isyarat kepada mereka. mereka menghampirinya dan ia berkata, “Ralph sedang mengerang kesakitan dan kami akan berdoa untuknya dan kami ingin kalian berdua bergabung bersama kami.”

Di ruang belakang, gembala sidang gereja itu meminta semua orang mengelilingi Ralph dan menumpangkan tangan ke atasnya. merekapun melakukannya, kecuali Steve, dan sang gembala sidang mulai berdoa supaya yesus menyembuhkan sakit Ralph. Steve selalu merasa canggung bila bergabung bersama orang lain untuk meletakkan tangan ke atas seseorang, jadi ia berdiri beberapa meter di belakang sang gembala sidang dan berdoa dalam hati.

Setelah itu, seperti yang diceritakan Steve kemudian, sesuatu yang sangat aneh terjadi. ia mendekati sang gembala sidang, meletakkan tanggannya di atas bahu gembala sidang, mendorongnya dengan pelan ke samping — memotong doanya — dan berkata, “izinkan saya berdoa untuknya.”

“Saya masih sedikit ingat setiap orang memasang wajah terkejut,” kata steve mengisahkan,” terutama wajah sang gembala sidang.” saya tidak yakin, tetapi saya sendiri sama kagetnya dengan ekspresi wajah sang gembala karena itu adalah sesuatu yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya atau bahkan terlintas dalam pikiran untuk melakukannya. Namun, saat itu tindakan tersebut tampaknya merupakan hal yang paling wajar untuk di lakukan.

Kemudian, agaknya ia mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi, Steve berkata kepada Ralph,” Saya akan meletakkan kedua tangan saya ke atas kedua kunci paha Anda dan memerintahkan roh yang menarik uratnya untuk keluar. Saat saya melakukannya, rasa sakitnya akan meningkat, tetapi bertahanlah karena penyakit itu akan segera keluar.”

Ralph menatap dengan wajah sebingung wajah semua orang, tetapi kemudian ia memegang lengan Steve dan menganggukkan kepalanya, wajahnya sudah mulai mengernyit kesakitan.

Steve meletakkan tangannya ke atas Ralph dan berkata, “Baiklah, hai engkau roh yang menarik urat Ralph, engkau tidak mempunyai hak menyiksa seorang anak Allah, jadi keluarlah daripadanya dalam nama Yesus Kristus.” sampai di situ, Ralph terengah – engah dan mengerang kesakitan, dan membungkuk sampai kepalanya berada di dada Steve.

Saat rasa sakit yang di rasakan Ralph semakin meningkat, Steve mengatakan bahwa ia mendapat suatu penglihatan, meskipun mengakui itu mungkin hanya imajinasinya, tentang lengan gurita yang mencengkram dan meremas Ralph di bagian yang sakit– berusaha untuk bertahan. Dia kembali memerintahkan, “Kendorkan tentakel-tentakel itu dan lepaskan anak Allah ini dan keluarlah dari padanya dalam nama Yesus Kristus!”

Sepanjang peristiwa itu, kata Steve, ia tidak pernah merasa ragu bahwa roh itu tidak akan keluar. Ia dalam keadaan, menurut istilah Steve, “beriman dan berkeyakinan penuh.”

Peprangan itu berlanjut sekitar beberapa menit yang di tandai dengan erangan Ralph yang semakin keras. kemudian ketika perintah untuk keluar ditujukan lagi kepada roh itu, Ralph tiba – tiba berhenti mengerang, terdiam untuk sesaat, dan kemudian berkata, “Puji Tuhan! Terima kasih Yesus!” dan berdiri tegak, bebas dari rasa sakit.

Ketika Ralph dan istrinya kembali ke rumah, ia membatalkan operasi pemeriksaannya. RAsa sakit itu tidak pernah kembali lagi.

—Di kutip dari buku berjudul ” How to be filled with spiritual Power” oleh Harold J. Chadwick, Hal : 117 – 120. terbitan andi. —–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: