Anda berkata bahwa Yesus Anda menyembuhkan–kalau begitu buktikan!

Anda berkata bahwa Yesus Anda menyembuhkan – kalau begitu buktikan!”

Itu adalah kata-kata dari seorang laki-laki timpang yang berjalan ke panggung bersama keluarganya dan menyela khotbah saya.

Atas undangan beberapa pendeta Katolik Roma syaa berkhotbah di sebuah desa kecil yang disebut Spanish, di Ontario utara. peristiwa itu terjadi pada tahun 1975.

Hampir setiap orang yang hadir berasal dari suku Indian America Utara yang tinggal di wilayah itu. Mereka adalah orang-orang bertubuh besar yang wajahnya berkerut-kerut dan bergaris-garis dalam tampak seperti terpahat pada batu.

“Apa yang dipikirkan oleh orang-orang ini?” saya bertanya-tanya dalam hati ketika saya memulai pelayanan. Air muka mereka benar-benar tanpa emosi-tidak ada anggukan kepala atau senyum tanda setuju di wajah mereka yang pandai menyembunyikan perasaan. Mereka hanya menatap saya.

Khotbah saya adalah tentang kuasa Allah untuk menyelematkan, menyembuhkan, dan memenuhi dengan Roh-Nya. kira-kira di pertengahan khotbah saya, dan merupakan kejutan bagi saya, saya melihat seorang laki-laki Indian muda dan keluarganya perlahan-lahan menyusuri gang ke arah panggung. Sang suami berjalan dengan sangat timpang, saya berpikir, “Tuhan, ini begitu indah. mereka datang untuk memberikan hidup mereka kepada-Mu.”

Namun mereka tidak sungkan-sungkan di mimbar. Tidak seorangpun yang menghentikan mereka ketika mereka melangkah ke panggung dan akhirnya berdiri tepat di depan saya, menatap saya.

Dengan tercengang, saya menghentikan khotbah saya dan berkata, “Bisakah saya membantu Anda?”

Pria itu memandang saya dengan tajam dan berkata, “Anda telah berkata kepada kami bahwa Yesus hidup pada hari ini. Saya berusia dua puluh delapan tahun dan saya timpang. istri saya menderita kanker. Lihat! Kulit anak perempuan saya yang masih kecil mengalami pendarahan karena eczema (radang kulit) yang parah. Tidak seorangpun yang dapat menolong dia. Anda berkata bahwa Yesus anda menyembuhkan–kalau begitu buktikan!”

Sekarang jemaat menatap saya dengan lebih tajam lagi. Saya menoleh sekilas kepada para pendeta dan mereka sedang berdoa. Salah satu dari mereka tampak seperti nabi Perjanjian Lama, dengan jenggot yang begitu panjang sampai hampir menyentuh lantai. Saya memanggil mereka untuk mendekat dan berkata, “Tuan-tuan, mari kita berlutut dan berseru kepada Tuhan.”

Dan kemudian saya berdoa, “Tuhan Yesus, pria ini meminta aku untuk membuktikan apa yang sedang aku khotbahkan. Namun Tuhan, aku tidak sedang mengkhotbahkan Injilku. Aku sedang mengkhtobahkan Injil-Mu. Buktikanlah, ya Tuhan!”

Walaupun saya berdoa denga keberanian, namun saya tidak yakin apa yang harus saya lakukan sebelumnya. Jadi, saya menunggu. Benar-benar saat yang sulit untuk berdiri diam pada waktu itu. Tidak terdengar suara apapun. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun saya tidak akan membuka mata saya. Saya hanya berlutut di sana, dengan mata tertutup dan terus berdoa.

Tiba-tiba ada suara keras yang disusul dengan suara lainnya. hal itu mengejutkan saya dan saya membuka mata saya untuk melihat apa yang telah terjadi. Ketika saya melihat ke sekeliling, saya melihat pria it, istrinya, dan anak perempuannya terbaring di lantai. Roh Allah telah turun dengan kuasa sedemikian sehingga pria itu dan seluruh keluarganya tersungkur di lantai. pada waktu itu setiap orang di auditorium tersebut sedang memandang saya, bertanya-tanya apa yang telah terjadi. Untuk sementara waktu, kami semua menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Akhirnya, para anggota keluarga tersebut mulai bangkit. Ketika sang ayah memandang anak perempuannya, ia mulai berteriak dan berseru pada waktu yang bersamaan. ketika ia memeriksa lengan anaknya, ia berteriak, “Kulitnya tidak mengalami pendarahan lagi! ini adalah suatu mukjizat!”

ketika saya melihat lengannya yang kecil, saya terkejut ketika mendapati bahwa tidak hanya pendarahannya berhenti; tampak bahwa ia mempunyai kulit yang baru di lengannya. Hampir pada waktu yang bersamaan, ayahnya mulai berlari mengelilingi gedung, sambil berkata, “saya sembuh! saya sembuh.” kakinya yang timpang di pulihkan. Ketika Istrinya mulai memeriksa dirinya sendiri, ia juga mendapati bahwa Allah telah menjamahnya.

Hadirat Roh Kudus juga mengubah kebaktian itu sehingga orang-orang Indian yang tanpa ekspresi itu tiba-tiba mengangkat tangan mereka dan mulai memuji dan menyembah Tuhan. Banyak orang meminta Kristus untuk menjadi Juru Selamat mereka pada malam itu.

Dan saya menyadari bahwa ketika Roh Allah sedang bekerja, tidak ada sesuatu pun yang perlu kita demostrasikan atau buktikan. ia memakai kita dalam pelayanan, namun kuasa-Nya, hadirat-Nya, dan pernyataan-Nya lah yang memberi kehidupan.

–Di kutip dari Buku berjudul : Selamat datang Roh Kudus”, Hal : 179 – 181, Penulis : Benny Hinn, Penerbit : Immanuel.—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: