Ia tidak memerluhkan kesembuhan tetapi mukjizat

Pada tahun 1977, saya mengkhotbahkan sebuah pesan berjudul “Apa yang harus di lakukan ketika doa-doa Anda tampak tak terjawab.” Saya berbicara tentang bagaimana Allah telah menyelesaikannya, bahwa itu bukanlah masalah menantikan Dia untuk menghasilkan kesembuhan, tapi itu sudah ada dalam dunia roh. saya membahas bagaimana iman menjangkau ke dalam alah roh dan membawa segala hal itu ke dalam dunia jasmani. karena itu, kita dapat mengendalikan bagaimana cepatnya kesembuhan termanifestasi. karena Allah telah menyelesaikannya, kita dapat membuat kuasa kesembuhan-nya termanifestasi.

Setelah Mengkhotbahkan pesan ini kepada kira-kira seratus orang, saya menyatakan, “mari kita praktekkan!” Apakah disini ada yang sedang sakit?” Seorang anak laki-laki berusaha tujuh belas tahun yang matanya buta sebelah maju ke depan. Saya menumpangkan tangan ke atasnya, berdoa, menghardik segala sesuatu yang dapat saya tahu, dan memerintahkan dia untuk melihat. kemudian saya berkata, “Tutup matamu yang bisa melihat dan lihatlah dengan mata yang satunya. Berapa banyak jari yang saya tunjukkan kepadamu?” Saya mengacungkan tangan saya di hadapan wajahnya, tapi ia tidak bisa melihat apapun– tidak tangan saya, tidak cahaya, tidak ada apapun! Sama sekali tidak terjadi manifestasi. Saya bahkan harus memegang wajahnya dan memalingkannya ke arah tangan saya karena ia bahkan tidak melihat ke arah yang benar.

ketika orang banyak melihat ini, mereka dengan segera berpikir Yah, ini tidak berhasil. Saya dapat merasakan dan mendengar erangan dan keluhan ketidakpercayaan. jadi saya melihat ke sekeliling dan berbicara kepada jemaat, “Lihat, saya percaya apa yang saya ajarkan ini adalah benar. kita belum melihatnya termanifestasi, tapi itu bukan karena Allah belum menyembuhkannya. itu bukan karena kita sedang menantikan Allah untuk melakukan sesuatu. itu karena kita mengalami kesulitan memindahkannya dari alam roh ke dalam alam jasmani. itu adalah kesalahan kita, bukan Allah! Anda boleh pergi jika anda ingin. Tapi jika Anda percaya apa yang saya ajarkan dan mau tetap tinggal dan berdoa dengan saya, boleh saja.” kira-kira dua puluh lima orang tetap tinggal.

Jadi kami mengelilingi anak ini dan mulai berdoa baginya. Kami tidak berakta, “Oh Tuhan. kau tidak melakukannya pertama kali. Tolong sembuhkan dia sekarang!” SEbagai gantinya, Kami berkata, “Bapa, Kami percay aitu benar. Kau telah menyembuhkan dia. kuasa-Mu telah dilepaskan. Kami mengikat apapun yang menghalangi ini untuk termanifestasi ke dunia jasmani. Berikan kami hikmat dan tunjukkan kepada kami apa yang sedang terjadi.” kami juga berdoa dengan bahasa roh untuk membangun iman kami, menurut Yudas 20.

Ini terus berlangsung selama setengah jam. Setiap lima menit atau lebih, kami berhenti, menyuruh anak ini menutup matanya yang normal dan melihat melalui mata yang satunya. ia tidak pernah bisa melihat tangan saya. Saya benar-benar mencari Allah untuk hikmat!

Kesembuhan atau Mukjizat?

Tiba-tiba, Tuhan berkata, “Ia tidak memerlukan kesembuhan; ia membutuhkan mukjizat!” ketika kesan itu datang kepada saya, pikiran saya berikutnya adalah, Apa bedanya? sebelumnya saya tidak pernah menganggap ada perbedaan di antara keduanya. Sejak itu saya telah mengerti beberapa hal, tapi itu adalah area yang masih terus saya pelajari. Namun, itu adalah pertama kalinya saya pernah memikirkannya. Di luar, saya berdoa dalam bahasa roh. Di dalam, saya bertanya-tanya, Apakah ini benar-benar Allah? Apa bedanya antara kesembuhan dan mukjizat? Apakah itu akan memengaruhi cara kami berdoa?

Kemudian Don Krow–rekan gembala saya, yang masih bersama saya hari ini– berbicara dan berkata, “Andrew, Allah mengatakan kepada saya bahwa ia tidak membutuhkan kesembuhan; ia membutuhkan mukjizat” itu sama persis seperti apa yang baru saja Tuhan katakan dalam hati saya. Jadi kami berhenti, dan sya bertanya kepada anak ini, “Sebenarnya ada apa dengan matamu?”

“Ketika saya masih bayi, saya mengalami infeksi mata. mereka mengoperasi saya dan lensa mata dan retina saya diangkat. Saya bahkan tidak memiliki bagian-bagian yang diperlukan untuk dapat melihat!”

Segera setelah ia mengatakan itu, saya menjawab, “kau tidak memerlukan kesembuhan, kamu memerluhkan mukjizat! kau memerluhkan Allah untuk memberimu mukjizat penciptaan dan menaruh segala sesuatunya di sana.” Jadi saya memegang wajahnya dengan tangan saya dan berkata, “Lensa mata dan retina, saya perintahkan untuk masuk ke dalam mata ini dalam nama Yesus!”

Kemudian saya menutup matanya yang normal dan melihat dengan yang satunya lagi, Saya bertanya, “Berapa banyak jari yang saya tunjukkan kepadamu?” Ia menjawab, “1,2,..” dan ia dapat melihat! Tuhan telah membuka matanya!.

Allah telah melepaskan kuasa itu sebelum anak ini dilahirkan. Melalui Yesus,m itu telah di sediakan dan telah tersedia dalam alam roh. pada saat kami berdoa, kuasa Allah telah bergerak untuk membawa mukjizat ini ke dalam manifestasi fisik. Tapi ada beberapa halangan.

—-Dikutip dari buku berjudul :”Anda telah memiliki segalanya”, Hal : 109-112, Penulis : Andrew Wommack, Terbitan : Light Publishing.—–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: