Penyakit TBC akut, tinggal tulang dan dokter sudah menyerah, sembuh setelah di doakan

Suatu hari saya mendaki ke gunung untuk berdoa, itu adalah sebuah hari yang luar biasa bagi saya. saya berada di salah satu gunung yang menjulang di Wales. Saya pernah mendengar tentang seorang pria yang naik ke gunung ini untuk berdoa dan Roh Tuhan menemui dia sedemikian luar biasanya sehingga wajahnya bersinar seperti seorang malaikat ketika dia kembali. setiap orang di desa itu membicarakan hal tesebut. Saat saya mendaki gunung dan menghabiskan hari itu di hadirat Tuhan, kuasa-Nya yang luar biasa tampaknya menyelubungi, memenuhi, dan meliputi saya.

Dua tahun sebelum waktu itu, dua anak laki-laki datang ke rumah kami dari Wales. Mereka hanyalah dua anak biasa, tetapi mereka menjadi begitu bersemangat bagi Allah. Mereka datang ke misi kami dan melihat beberapa pekerjaan Allah. Mereka berkata kepada saya, “kami tidak akan terkejut jika Tuhan membawa Anda turun ke Wales untuk membangkitkan Lazarus kami.” Mereka menjelaskan bahwa Pemimpin gereja mereka adalah seorang pria yang menghabiskan hari – harinya bekerja di sebuah tambang timah dan pada malam hari dia berkhotbah, dan sebagai akibatnya pria itu pingsan dan mengidap TBC. Selama empat tahun dia menjadi orang sakit yang tak berpengharapan, yang makan pun harus di suapi.

Ketika saya berada di puncak gunung, saya diingatkan dengan Transfigurasi (Lihat Matius 17:1-8)., dan saya merasa bahwa satu-satunya tujuan Tuhan membawa kita masuk dalam kemuliaan adalah untuk menyiapkan kita bagi kegunaan yang lebih besar di lembah.

Saat saya berada di puncak gunung pada hari itu, Tuhan berkata kepada saya, “Aku menginginkanmu untuk pergi dan membangkitkan Lazarus.”

Saya memberitahu saudara yang menemani saya mengenai hal ini, dan ketika kami turun ke lembah, saya menulis sebuah kartu pos. Di sana tertulis, “ketika saya berada di atas gunung untuk berdoa hari ini, Allah memberitahu saya bahwa saya harus pergi dan membangkitkan Lazarus.” Saya mengalamatkan kartu pos tersebut kepada pria yang namanya telah diberikan kepada saya oleh dua anak itu.

ketika kami tiba di tempatnya, kami pergi ke rumah pria yang telah saya kirimi kartu pos. Dia memandang saya dan bertanya, “Apakah Anda yang mengirimkan kartu ini?”

“ya,” jawab saya.

Dia berkata, “Apakah Anda pikir kami memercayai hal itu? Ini, ambillah,” Lalu dia melemparkan kartu itu kepada saya.

pria itu memanggil seorang pelayan dan berkata, “Bawalah Pria ini dan tunjukkan kepadanya Lazarus,” kemudian dia berkata kepada saya, “Pada saat Anda melihat dia, Anda akan siap untuk pulang ke rumah. Tidak ada sesuatu pun yang membuat Anda tetap tinggal di sana.” Dan semua yang dia katakan adalah benar dari cara pandang alamiah. pria itu tak berpengharapan. dia hanyalah setumpuk tulang dengan kulit merenggang di seluruh tubuhnya. Tidak ada kehidupan yang kelihatan darinya. Segala hal dalam dirinya bisa dikatakan busuk.

Saya berkata kepadanya, “Maukah Anda berteriak? Anda ingat bahwa di yerikho, orang-orang berteriak saat tembok masih berdiri kokoh. Allah memiliki kemenangan yang serupa untuk Anda jika Anda berseda untuk percaya.” Namun saya tidak bisa membuat dia percaya. Tidak ada seatom pun iman di dalam dirinya. Dia telah menetapkan pikirannya untuk tidak memiliki apapun.

mengetahui bahwa firman Allah tidak pernah gagal sungguh merupakan suatu berkat. Jangan pernah mendengarkan rencana-rencana manusia. Allah bisa bekerja secara dahsyat ketika Anda terus memercayai Dia meskipun dari cara pandang manusia itu adalah keadaan yang membuat putus asa. ketika saya kembali kepada pria yang saya kirimi kartu pos, dia bertanya, “Apakah Anda siap untuk pergi sekarang?”.

Saya tidak digerakkan oleh apa yang saya lihat. Saya tergerak hanya oleh apa yang saya percayai. Saya mengetahui hal ini: tidak ada seorang manusiapun yang memandang pada berbagai keadaan jika dia percaya. Tidak ada seorang manusiapun yang bersandar pada perasaannya jika dia percaya. orang yang memercayai Allah akan mendapatkan permintaannya. Setiap orang yang tiba pada kondisi Pentakosta bisa menertawai segala hal dan memercayai Allah.

Ada sesuatu dalam pekerjaan Pentakosta yang berbeda dari apapun juga yang lain di dunia. Entah bagaimana, dalam pentakosta Anda mengetahui bahwa Allah adalah sebuah kenyataan. kapanpun Roh kudus mendapatkan jalannya, karunia-karunia Roh akan bermanifestasi. Ketika karunia -karunia itu tidak pernah bermanifestasi, saya memeprtanyakan apakah Dia hadir. orang-orang pentakosta tidak ingin dimanjakan oleh apapun juga selain pertemuan-pertemuan Pentakosta. kita tidak menginginkan hiburan apapun yang di tawarkan oleh gereja-gereja lain. ketika Allah datang, Dai akan menghibur kiita secara langsung. Kita dihibur oleh Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan! Oh ini luar biasa.

Ada kondisi-kondisi sulit di desa Welsh itu dan tampaknya mustahil untuk membuat orang-orang menjadi percaya. ‘Siap pulang kerumah?” demikian saya ditanya. namun seorang pria dan wanita di sana meminta kami untuk datang dam tinggal dengan mereka.

Saya berkata kepada orang-orang, “Saya ingin tahu berapa banyak dari kalian yang bisa bedoa.” Tidak ada seorang pun yang mau berdoa. Saya meminta agar saya bisa mendapatkan tujuh orang untuk berdoa bersama saya bagi kelepasan pria yang menyedihkan tersebut. Saya berkata kepada dua orang yang menjadi tuan rumah kami. “Saya mengandalkan kalian berdua, dan teman saya dan saya sendiri. kita membutuhkan tiga orang lagi.” saya memberitahu orang – orang yang saya percayai bahwa beberapa dari antara mereka akan menyadari hal istimewa mereka dan datang di pagi hari dan bergabung bersama kami dalam doa untuk membangkitkan Lazrus. Jangan pernah sekaliun memberi jalan untuk pikiran-pikiran manusia. Jika Allah mengatakan sesuatu, Anda perlu memercayainya.

Saya memberitahu orang-orang bahwa saya tidak akan makan apapun malam itu. ketika saya naik ke atas kasur, tampaknya iblis seakan-akan mencoba untuk meletakkan kepada saya segala hal yang dia letakkan pada pria menyedihkan itu di ranjang kesakitannya. ketika saya bangun di tengah malam, saya menjadi batuk dan segala kelemahan yang di miliki seseorang berpenyakit TBC menimpa saya. Saya turun dari ranjang dan berseru kepada Allah untuk melepaskan saya dari kuasa iblis. Saya berteriak cukup keras sehinga dapat membangunkan setiap orang di dalam rumah itu, tetapi tidak ada seorangpun yang terganggu. Allah memberikan kemenangan, dan saya kembali ke ranjang lagi sebebas yang pernah saya rasakan dalam hidup saya. pada pukul lima, Tuhan membangunkan saya dan berkata kepada saya, “Jangan memecahkan roti sampai akhirnya engkau memecahkannya di sekeliling meja-Ku.” Pada jam enam, Dia memberikan saya kata-kata ini: “Supaya Aku membangkitkannya” (Yoh 6:40).

Saya menyikut rekan yang tidur di kamar yang sama. Dia berkata “ugh” saya menyikut dia lagi dan berkata “Apakah engkau dengar? Tuhan berkata bahwa Dia akan membangkitkan pria itu.”

Pada pukul delapan, mereka berkata kepada saya, “Beristirahatlah sejenak.” namun saya mendapati bahwa berdoa dan berpuasa adalah sukacita yang terbesar, dan anda pun akan selalu merasakan demikian ketika Anda di tuntun oleh Allah.

ketika kami pergi ke rumah di mana lazarus tinggal, ada delapan orang dari antara kami yang pergi bersama-sama. Tidak ada seorang pun yang bisa membuktikan kepada saya bahwa Allah tidak selalu menjawab doa kami. Dia selalu melakukan lebih dari itu. Dia selalu “melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan” (Efesus 3:20).

Saya tidak akan pernah melupakan betapa kuasa Allah turun atas kami ketika kami masuk ke dalam kamar orang sakit itu. Oh, begitu indahnya! saat kami berdiri mengelilingi ranjangnya, saya meminta seorang saudara memegang tangan orang yang sakit itu di satu sisi dan saya memegang tanggannya yang lain, dan kami saling bergandengan tangan dengan orang di sebelah kami. Saya berkata, “Kita tidak akan berdoa; kita hanya akan menggunakan nama Yesus.”

Kami semua berlutut dan membisikkan satu kata itu, “Yesus! Yesus! Yesus!” kuasa Allah turun, dan kemudian naik. Lima kali kuasa Allah turun, dan kemudian kuasa itu tinggal di sana. Namun pria di atas kasur itu tidak bergerak.

Dua tahun sebelumnya, seseorang pernah datang dan mencoba membangkitkan dia, dan iblis telah menggunakan kegagalannya sebagai sarana untuk membuat Lazarus putus asa. Saya berkata, “Saya tidak peduli apa yang iblis katakan. Jika Allah berkata Dia akan membangkitkan Anda, maka demikianlah akan terjadi. Lupakan segala hal lain kecuali apa yang Allah katakan tentang Yesus.”

Kali keenam kuasa Allah turun, dan bibir orang yang sakit itu mulai bergerak, kemudian air mata mulai mengalir. Saya berkata kepadanya, “kuasa Allah ada disini; ini adalah milik Anda yang bisa Anda terima”.

Dia berkata, “Hati saya sudah pahit, dan saya tahu kalau saya telah mendukakan Roh Allah. jadi beginilah keadaan saya, tak berpengharapan. Saya tidak bisa mengangkat tangan saya atau bahkan mengangkat sebuah sendok ke mulut saya.”

Saya berkata, “Bertobatlah, dan Allah akan mendengarkan Anda.”

Dia bertobat dan berseru, “Oh Tuhan, kiranya ini terjadi untuk kemulian-Mu.” Saat dia mengatakan hal ini, kuasa Tuhan turun atasnya.

Saya pernah meminta Tuhan untuk tidak pernah membiarkan saya menceritakan kisa ini kecuali sesuai dengan kejadiannya yang sesungguhnya, karena saya sadar bahwa Allah tidak akan pernah memberkati pernyataan yang dilebih-lebihkan. saat kami mengucapkannya lagi, “Yesus! Yesus! Yesus! ranjangnya berguncang, dan pria itu berguncang.

Saya berkata kepada orang-orang yang berada bersama saya, “Kalian semua bisa turun ke bawah sekarang, ini semua adalah pekerjaan Allah. Saya tidak akan menolongnya.’ Saya duduk dan melihat pria itu bangun dan berpakaian sendiri. Kami menyanyikan lagu-lagu pujian saat dia melangkah menuruni tangga. Saya berkata kepadanya, “Sekarang, beritahukan apa yang telah terjadi.”

Berita bahwa Lazarus telah di bangkitkan tersebar kemana-mana. orang – orang datang dari Lianelly dan sekeliling distrik untuk melihat dia dan mendengar kesaksiannya. Allah membawa keselamatan kepada banyak orang. Diruangan terbuka, pria ini memberitahukan apa yang telah Allah lakukan, dan sebagai hasilnya, banyak orang diyakinkan dan menjadi orang percaya. Semua hal ini terjadi karena nama Yesus, “karena kepercayaan dalam nama Yesus” (Kisah para Rasu 3:16). Ya, iman di dalam Dia yang membuat orang sakit ini mendapatkan kesehatan yang sempurna di hadapan mereka semua.

— Dikutip dari buku berjudul : Iman yang selalu bertumbuh, Hal : 38 – 45, Penulis : Smith Wigglesworth, Penerbit : Light publishing. —–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: