Sakit lumpuh sembuh

Selama hidupnya, Charles G. Finnery sudah familiar dengan seluk beluk kesembuhan yang menakjubkan yang di alami seorang wanita di Oberlin, Ohio, dan menjamin bahwa fakta – fakta berikut ini autentik dan tidak di ragukan. Inilah yang disampaikan Finney mengenai kesembuhan itu :

Ny. Miller adalah istri seorang majelis gereja, dan merupakan wanita yang memegang teguh kebenaran. kisahnya layak untuk dipercayai sepenuhnya karena kami telah mengenalnya sebagai seseorang yang lemah, menderita, lumpuh, dan sekarang ia ada di tengah – tengah kami dalam keadaan sehat walafiat.

Ny. Miller dan semua yang hadir di sana menganggap kesembuhan itu sebagai peristiwa supranatural dan merupakan sebuah jawaban langsung atas doa. Fakta-nya sendiri yang berbicara. mengapa yang sakit tidak boleh disembuhkan melalui doa atas iman? ketidakpercayaan boleh mendiskreditkannya, tetapi iman melihat fakta-fakta yang disebutkan Ny. Miller sebagai hal wajar. Inilah pernyataan Ny. miller, dan pernyataan ini di sokong sepenuhnya oleh warga yang sangat terpecaya dan anggota jemaat First Church di Oberlin.

“Saya mewarisi sebuah tubuh yang rentan terhadap rematik akut dari kedua orangtua saya. sewaktu saya masih muda, saya lemah dan kesakitan karena serangan rematik, yang memengaruhi seluruh sistem tubuh saya.”

“Selama hampir 40 tahun saya takluk kepada penderitaan yang ditimbulkannya: kadang-kadang saya tidak mampu mengikuti kebaktian selama berbulan-bulan sekaligus. sebelum tiga bulan terakhir ini saya tidak dapat bepergian tanpa bantuan tongkat penyokong tubuh atau tongkat biasa. saya biasanya menggunakan keduanya selama tujuh Tahun. Saya menggunakan banyak salep dan obat-obatan lain, tetapi manfaatnya tidak permanen. Saya sudah menjadi orang Kristen sejak kecil, tetapi dalam kebangunan rohani musim semi kemarin saya disegarkan Tuhan, peristiwa in memberi dorongan baru dalam iman saya. Sejak saat itu, agama saya menjadi kehidupan baru bagi saya.

“Musim panas kemarin, beberapa jemaat perempuan termasuk saya mengadakan doa bersama, durasinya tidak panjang, agar Tuhan mengirimkan kepada kami seorang gembala. Beberapa diantara kami pernah membaca narasi Dorothea Trudel, dan mereka telah bercerita kepada saya tentang kesembuhan sebagai jawaban doa”.

“Iman saya belum mencapai level kesembuhan pada saat itu. Bahkan, saya telah menerima keadaan saya sebagai kehendak Allah, saya memutuskan untuk menjadi seorang yang lemah dan menderita lumpuh selama saya hidup. Saat itu saya sudah lama berhenti menggunakan obat-obatan untuk memulihkan kesehatan saya. Bahkan, saya juga tidak berpikir untuk mendoakannya karena menganggapnya sebagai kehendak Allah yang harus saya tanggung dalam ketaatan.”

“Memang saya sudah mendengar tentang kesembuhan, pendapat dan sikap saya tidak berubah sampai 26 september 1872, ketika beberapa wanita berkumpul di rumah kami untuk mengadakan persekutuan doa. pada saat itu penyakit saya sedang kambuh-kambuhnya dan saya pun tidak bisa menghadiri kebaktian gereja. Sore itu kesakitan melanda saya begitu hebatnya. Benar sekali, saya tidak bisa beranjak dari tempat tidur. Sampai titik ini, tidak satupun dari saudara-saudara perempuan yang sebelumnya bercerita mengenai kesembuhan oleh iman, bisa memberitahu saya cerita apapun yang berasal dari pengalaman mereka sendiri, (Yang mereka punya hanyalah informasi yang tertulis dalam narasi Dorothea Trudel).

Sore itu hadir seorang wanita, yang dapat menceritakan pengalamannya di sembuhkan melallui doa oleh iman. Ia menceritakan beberapa contoh tajam mengenai doanya yang di jawab; kisah pembebasannya dari berbagai penyakit.

“Ia juga mengutip sejumlah perikop Alkitab yang dengan jelas menerangkan mengenai pengharapan disembuhkan melalui doa oleh iman. Ia juga berkata bahwa Yesus telah menyatakan kepadanya bahwa Dia siap menyembuhkan sekarang, sama seperti ketika Dia masih di bumi–kesembuhan seperti itu dengan jelas di janjikan dalam Alkitab sebagai jawaban bagi doa penuh iman, dan Alkitab pun tidak mencatat bahwa janji dapat di tarik kembali.

“Semua fakta ini, berikut argumentasi, dan perikop dalam Alkitab membawa pengaruh kuat dalam pikiran saya. untuk pertama kalinya saya menyadari diri saya mampu mempercayai bahwa Yesus akan menyembuhkan saya sebagai jawaban doa. Wanita itu bertanya apakah saya bisa menggabungkan iman saya dengan imannya, dan memohon kesembuhan seketika. saya menjawab bahwa saya merasa mampu. kemudian kami berlutut dan memanggil nama Tuhan. Ia menaikkan doa yang luar biasa kepada Allah, dan saya mengikuti.

“Ketika ia sedang memimpin doa, saya merasakan percepatan pada seluruh tubuh saya dan tidak lagi merasa sakit. Ketika kami bangkit dari lantai, saya merasakan sebuah perubahan besar telah terjadi, dan di sana saya disembuhkan. saya bisa berjalan tanpa tongkat atau penyangga atau bantuan dari siapapun. Sejak saat itu, rasa sakit ditubuh saya tidak pernah kembali. kekuatan saya melebihi masa muda saya. Saya belum pernah berjalan semudah dan secepat ini, dan saya belum pernah merasa sesegar dan semuda ini, pada saat saya berusia 52 tahun.”

Mazmur 103 adalah mazmur saya sekarang, dan keadaan saya lebih dari sekadar di perbaharui, seperti elang, saya tidak dapat mengekspresikan sukacita tetap yang ada dalam hati saya karena penyembuhan yang luar biasa atas jiwa dan tubuh saya. Saya merasa seakan-akan setiap yang tidak utuh dijadikan utuh.

Berikut ini adalah kesaksian atas kesembuhan ini :
“Kami semua da di sana pada saat kesembuhan itu terjadi, dan kami tahu fakta-fakta ini benar. Kami semua orang Kristen, dan tidak tertarik untuk berbohong, dan sedikitpun tidak ingin mempermalukan Allah dengan membesar – besarkan situasi yang sebenarnya.”

“Sejak di sebmuhkan, Ny. Miller masih bersama kami dan kondisinya pun tetap prima. Musim dingin kemarin dan musim panas sekarang keduanya sama-sama sangat ekstrem, namun keduanya tidak membuatnya sakit. pertama kali kami mengenalnya, ia sangat lemah sampai – sampai tidak mampu berjalan tanpa bantuan tongkat. Setelah peristiwa itu, i amampu berjalan tanpa bantuan apapun dan tampak prima.”

Suaminya turut bersaksi. “ia tidak lagi berjalan tanpa bantuan tongkat selama bertahun-tahun. Dahulu kami mencoba berbagai obat-obatan dan dokter, tetapi hasilnya tidak permanen, akhirnya kami menerima kenyataan bahwa ia akan tetap lumpuh.”

“Sekarang ia tidak menggunakan salep atau obat-obatan apapun. pada waktu sebelum ia disembuhkan, keadaannya lebih buruk daripada yang sudah-sudah, terus menerus kesakitan sampai saat ketika ia percaya sepenuhnya. pada momen itulah kesehatannya dipulihkan secara instan dan sempurna. sejak saat itu sampai sekarang rasa sakit itu yang sama tidak pernah muncul lagi.”

“Ia sekarang dapat berjalan bersama saya berkilo-kilo meter secepat yang saya bisa tanpa rasa penat yang berlebihan. Ia membereskan tugasnya di rumah sendirian dan menghadiri tujuh kebaktian dalam seminggu. pendek kata, ia lebih kuat, terlihat semuda dan segesit 32 tahun lalu ketika kami menikah, pekerjaan juruselamat terkasih dalam kesembuhannya tampaknya sempurna, dan ia menjadi objek kekaguman bagi semua kenalannya yang melihatnya sekarang. pujian hanya bagi nama Tuhan.”

— Dikutip dari buku berjudul “how to be filled with Spiritual power” oleh Harold J. Chadwick, hal : 38 – 43, penerbit : Andi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: