Allah, Hentikan Pria ini!”

Saat saya masih muda, saya senang berkumpul dengan orang-orang tua dan saya selalu memerhatikan dengan seksama apa yang akan mereka katakan. Saya memiliki seorang teman, seorang hamba Tuhan tua di gereja Baptis, yang juga adalah seorang pengkhotbah yang luar biasa. Saya menghabiskan banyak waktu saya bersamanya.

Suatu hari dia datang untuk memberitahu saya bhawa istrinya sedang sekarat. Saya berkata, “Saudara Clark, mengapa Anda tidak memercayai Allah? Dia bisa membangunkan istri Anda jika Anda bersedia untuk percaya.” Dia meminta saya untuk datang kerumahnya dan saya mencari seseorang untuk pergi bersama saya.

Saya pergi ke seorang pria kaya yang begitu bersemangat bagi Allah dan emnghabiskan begitu banyak uang dalam membuka misi-misi penyelamatan, dan saya meminta dia untuk pergi bersama saya. Dia berkata, “Jangan pernah pikirkan saya. Anda pergi saja sendiri, karena saya tidak ikut-ikutan dalam urusan seperti ini.”

Kemudian saya memikirkan seorang pria yang bisa berdoa pada saat itu. Saat dia berlutut, dia bisa keliling dunia tiga kali dan keluar pada tempat yang sama. Saya meminta dia untuk pergi bersama saya dan berkata kepadanya, “Anda akan mendapatkan sebuah kesempatan nyata kali ini. bertahanlah dalam keadaan itu dan berhentilah saat Anda sudah berhasil.” Beberapa orang masih terus berlanjut setelah mereka berhasil. Saudara Nichols, itulah namanya, pergi bersama saya dan mulai berdoa. Dia meminta Tuhan untuk menghibur sang suami dalam kedukaannya yang luar biasa dan berdoa bagi anak-anak yatim dan lebih banyak orang lagi dalam antrean doa ini. Saya berseru, “Oh Tuhan, hentikan pria ini!” Namun tidak ada seorang pun yang menghentikan dia, dan dia terus berdoa. Tidak ada satu partikel imanpun dalam segala hal yang dia ucapkan.

Ketika Akhirnya dia berhenti berdoa, saya berkata, “Saudara Clark, sekarang giliran Anda untuk berdoa.”

Dia mulai berkata, “Tuhan, jawablah doa saudara saya dan hiburlah saya dalam kedukaan dan kesedihan saya yang mendalam. Persiapkan saya untuk menghadapi pencobaan besar ini!.

Saya berseru, “Ya, Tuhan, Hentikan pria ini”. Seluruh suasana dipenuhi dengan ketidakpercayaan.

Saya membuka sebotol penuh minyak, dan saya menuju ke wanita itu dan mencurahkan seluruh minyak ke atas tubuhnya dalam nama Yesus. Tiba-tiba, Yesus muncul, berdiri di atas tempat tidur. Dia tersenyum, kemudian menghilang. WAnita itu lalu berdiri, disembuhkan secara sempurna, dan dia adalah seorang wanita yang kuat sampai hari ini.

—–Dikutip dari buku berjudul “Iman yang selalu bertumbuh”, Hal : 75-76″, Penulis : Smith Wigglesworth” , Penerbit : Light Publishing.—-

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: