Iman yang salah Arah

Di awal tahun 2000, saya melayani tentang kasih karunia dan iman di sebuah gereja di Lewisville, TExas. itu adalah kebenaran yang sama yang telah saya ajarkan ribuan kali (dalam bentuk buku berjudul “Living in the Balance of Grace and Faith”). saya menekankan bagaimana cara kerja iman dan menemukan beberapa salah pengertian yang umum (Contohnya, “iman” adalah memercayai Allah untuk melakukan sesuatu di masa depan). Sementara mengajarkan bahwa iman Alkitab yang sesungguhnya adalah percaya pada apa yang telah Allah kerjakan oleh kasih karunia, saya menggunakan kesembuhan sebagai contoh utama.

Chris Ochenski menghadiri ibadah itu dan membeli kaset khotbahnya pulang kepada putrinya yang sakit. Niki mengasihi Tuhan dan menikmati hubungan yang dekat dengannya. Namun, di usia Sembilan belas tahun, ia telah mengalami sakit parah selama lima Tahun.

Iman yang salah Arah….

Niki memercayai Allah bagi kesembuhannya tapi belum menerima manifestasinya, ia telah mendapat penglihatan akan Tuhan, dan di dalamnya Tuhan berkata kepadanya bahwa ia akan di sembuhkan. Karena ini, ia memiliki iman dan sangat senang. Niki memuji Allah meskipun dokternya–yang sekali seminggu memeriksanya–tidak pernah mengharapkannya sembuh lagi. niki hampir meninggal!

Meskipun ia memiliki iman, imannya salah. Niki percaya bahwa Allah- di masa yang akan datang — akan menyembuhkan dia. Ia dengan pasif menantikan Tuhan untuk menyembuhkan dia. Ia dengan pasif menantikan Tuhan untuk melakukan sesuatu. Kemudian ia mendengar khotbah saya di kaset tentang bagaimana Allah telah menyelesaikannya dan iman hanya menjangkau untuk mengambil apa yang telah disediakan. pernyataan saya “mukjizat progresif (berangsur – rangsur sembuh) bukanlah yang terbaik dari Allah” pada awalnya benar-benar membuat Niki marah.

Saya tidak menentang mukjizat progresif, dan tidak ada cara yang “buruk” untuk disembuhkan. Namun, beberapa cara sudah pasti lebih baik daripada yang lainnya– dan mukjizat Allah yang terbaik bagi semua orang selalu adalah mukjizat secara instan! satu-satunya alasan mukjizat progresif ada adalah karena cara percaya orang-orang. Teologi mereka–cara mereka berpikir-hanya membuatnya termanifestasi sedikit demi sedikit.

Karena Tuhan telah mengatakan kepadanya bahwa ia akan mengalami mukjizat progresif, Niki menentang pernyataan saya. Tapi karena ia memiliki hubungan yang baik dengan Allah, ia menanyakan kepada-Nya mengenai pernyataan saya ini. Sementara mendengarkan kaset ini, ia berkata dalam hatinya, “Nah Tuhan, bagaimana dengan itu? Kau berkata saya akan disembuhkan secara progresif!” Ia menjawab dengan berkata, “Niki, itu menurut imanmu, Itulah yang kau percayai. hanya itulah yang dapat kau terima, jadi Aku hanya memenuhi imanmu. Tapi yang terbaik dari-Ku adalah mukjizat instan!”

Setelah ia mengerti, Niki melihat bahwa ia dapat saja disembuhkan lima tahun yang lalu. Ia telah secara pasif “menantikan” Allah, dan imannya tidak ditaruh dalam kesembuhan instan. Ia belum mengerti bagaimana cara kerja kasih karunia dan iman bersama-sama untuk memanifestasikan apa yang telah Allah sediakan. Ini menjadi sebuah pewahyuan baginya ketika ia menyadari bahwa kesembuhannnya telah dikerjakan.

Iman yang diarahkan kembali ——

keesokan harinya, saya pergi ke rumah keluarga Ochenski. Saya berdoa agar Niki akan menjadi begitu marah sehingga ia bergerak dengan iman yang kuat dan agresif dan mengambil kesembuhannya. (matius 11:12). Sampai saatitu, ia belum bisa makan sendiri, pergi ke kamar mandi sendiri, atau bahkan menyisir rambutnya. Niki tidka lumpuh, tapi ia sangat lemah dan rapuh sehngga ia bahkan tidak dapat mengangkat tangannya–apalagi bergerak, berjalan, atau melakukan apapun. namun,setelah saya tiba di sana, Niki menjadi sangat bersemangat sehingga ia menaruh lengannya di atas dada saya, menyingkirkan saya, berdiri, dan berjalan!.

Yang saya lakukan adalah mengarahkan kembali imannya! Niki memiliki pikiran bahwa “iman” adalah sesuatu yang ia perbuat, dan cepat atau lambat Allah akan meresponi dan memberinya kesembuhan. Saya hanya mengatakan kepadanya, “Tidak, itu bukan iman Alkitab. Kau harus percaya bahwa Allah telah mengerjakannya. Kemudian–oleh iman– masuklah ke dalam dunia roh dan ambillah apa yang menjadi hakmu!” Kesembuhan termanifestasi– BOOM — segera setelah Niki menerima pewahyuan!

Ini juga melayani saya! Saya melihat bagaimana pengertian ini dapat secara efektif mengarahkan ulang iman seseorang. karena itu, saya telah berusaha untuk membagikannya kepada sebanyak orang sebisa mungkin. Karena kesembuhan Niki begitu dramatis dalam menggambarkan kebenaran ini, kami membuat video darinya berjudul “Niki Ochenski: Kisah Mukjizat!” Video yang mengagumkan ini telah memengaruhi puluhan ribu jiwa!

Saya telah melihat banyak orang disembuhkan dalam beberapa tahun belakangan ini daripada yang telah saya lihat dimasa lalu. Itu hanya karena orang – orang mengerti dan berkata, “Saya tidak lagi meminta Allah untuk menyembuhkan saya; Saya menerima kesembuhan saya, yang telah Ia sediakan. Ketika saya berdoa bagi orang-orang, saya tidak lagi meminta Allah untuk menyembuhkan mereka. Sebaliknya, saya melayani kesembuhan. Saya memberi mereka kesembuhan–kuasa kesembuhan yang sama yang telah Allah taruh di dalam saya!” Baik diri saya maupun orang lain melihat hasil yang lebih baik-kemuliaan bagi Allah!..

—-di kutip dari buku berjudl “Anda sudah memiliki segalanya”, Hal : 60 – 72, Penulis : Andrew Wommack, Penerbit : Light Publishing.—–

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: