Kasih Karunia Vs Iman

—– Sodium dan Khlorida —-

“Supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamudiselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:7-9).

Itu adalah perikop Alkitab yang sangat berkuasa. Itu juga sudah sangat tidak asing lagi. karena itu, banyak orang berpikir mereka telah mengetahui apa yang dikatakannya. Mereka melewatinya begitu saja dan tidak benar-benar memberinya waktu dan berusaha merenungkannya, dimana itulah sebabnya mengapa mereka tidak menerima manfaatnya secara maksimal.

Anda telah di selamatkan oleh kasih karunia melalui iman. Anda tidak di selamatkan oleh kasih karunia saja. anda juga tidak diselamatkan oleh iman saja. anda diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman. untuk membuat seseorang mengerti, terkadang saya akan menekan satu di atas yang lainnya. Contohnya, Jika seseorang berdebat, “Saya percaya kau harus kudus, membayar persepuluhanmu, dibaptis, dan lain-lain”, maka saya akan menjawab, “Tidak, kau telah diselamatkan oleh iman. Imanmu id dalam apa yang telah Yesus lakukanlah yang menyelamatkanmu, bukan apa yang kau lakukan bagi Tuhan.” Jadi tidaklah sepenuhnya salah untuk menekankan “Kau diselamatkan oleh kasih karunia” atau “kau diselamatkan oleh iman” untuk menjelaskan maksudnya. Tapi sebenarnya, Anda tidak diselamatkan oleh kasih karunia saja atau oleh iman saja. Itu adalah gabungan kedua-duanya. anda diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman.

Kasih karunia dan iman adalah seperti sodium dan khlorida. Jika Anda menyerap salah satu dari mereka saja, itu beracun. Salah satunya akan membunuh Anda jika memakannya secara kuantitas yang tidak cukup. Namun, Jika anda mencampur mereka bersama, Anda mendapatkan sodium khlorida (garam dapur). Bersama-sama, mereka menjadi sesuatu yang sangat Anda butuhkan untuk hidup– garam. itulah cara kerja kasih karunia dan iman!.

Kasih karunai saja (terlepas dari iman) tidak akna menyelamatkan Anda! dalam kasih karunia-Nya, Allah telah menyediakan keselamatan bagi semua orang melalui kematian, penguburan, dan kebangkitan Yesus Kristus. Kasih karunia Allah sama untuk semua orang. Namun, tidak semua orang diselamatkan. mengapa? Meskipun penyediaan bagi keselamatan mereka telah diberikan (kasih karunia), setiap individu harus mengambil kasih karunia Allah bagi diri mereka sendiri melalui iman!

Iman saja (terlepas dari kasih karunia) juga tidak akan menyelamatkan Anda! Anda harus menaruh iman Anda di dalam Yesus Kristus dan apa yang telah Ia selesaikan dalam penebusan (kasih karunia). Jika iman Anda ada di dalam hal lain (hidup kudus, membayar persepuluhan, membaca Alkitab, datang ke gereja, dll), itu tidak akan menghasilkan keselamatan. Anda bisa memilih apakah iman Anda ada di dalam Yesus dan apa yang telah ia perbuat (kasih karunia), atau di dalam diri Anda sendiri dan apa yang anda lakukan (perbuatan). Akhirnya Anda harus memilih! Iman yang alkitabiah selalu percyaa pada Yesus dan mengambil apa yang telah disediakan oleh kasih karunia Allah.

—-KASIH KARUNIA VS. IMAN ——-

Saya adalah seorang pengajar kasih karunia. Saya menekankan apa yang Allah telah perbuat bagi kita. Karena ini, saya telah ditolak oleh banyak orang yang menekankan “iman.” Mereka mengira saya telalu menekankan kasih karunia Allah dan meremehkan apa yang harus kita lakukan bagi Allah.

Say ajuga adalah seorang pengajar iman. Saya menekankan tanggung jawab kita untuk meresponi scara positif terhadap apa yang telah Allah selesaikan. Itulah sebabnya saya ditolak oleh orang-orang yang menekankan “kasih karunia”. Mereka mengira saya terlalu menekankan pada apa yang harus kita lakukan.

Secara keseluruhan, Tubuh Kristus dibagi menjadi dua bagian besar – kasih karunia atau iman. Orang-orang yang menganut kasih karunia salah dimengerti dan mengeritik orang-orang yang menganut iman, dan sebaliknya. kedua-duanya cenderung memegang posisi mereka secara ekstrem.

Orang – orang yang menganut kasih karunia tidak suka mendengar khotbah tentang iman. Mengapa? mereka memandangnya sebagai sesuatu yang harus kita lakukan. karena itu-bagi mereka–itu mengompromikan kasih karunia Allah. Mereka mengajarkan bahwa kehidupan Kristen didasarkan sepenuhnya pada kasih karunia Allah. Iman Anda–apa yang harus Anda percayai– tidak ada hubungannya dengan kasih karunia. itulah sebabnya mengapa kasih karunia, jika sendirian, akan membunuh Anda.

Di lain pihak, orang – orang yang menganut iman tidak suka mendengar khotbah tentang kasih karunia. Mengapa? Fokus mereka semuanya tertuju pad aap yang harus mereka lakukan. Mereka mendiskusikan bagaimana cara membangun diri Anda dalam iman, apa yang akan dicapai oleh iman, dll. Para pengkhotbah iman tidak suka menyebutkan kasih karunia Allah karena mereka merasa itu meelmahkan motivasi orang-oran guntuk menjadi agresif dan membuat segala sesuatu yang terjadi. Namun, iman, jika sendirian, juga akan membunuh Anda!

Semua kesalahan berakar dari sebuah kebenaran dalam firman Allah yang terlalu ditekankan dengan mengorbankan kebenaran – kebenaran lainnya. Anda cukup mengambil satu kebenaran dan mengagung-agungkannya di atas kebenaran-kebenaran penting lainnya (entah melalui pengabaian atau dengan sengaja), maka itu akan menjadi sebuah kesalahan.

Harus ada keseimbangan! Semua kebenaran dari firman Allah saling mendukung dan selaras. ketika di mengerti dengan benar, kasih karunia dan iman saling mendukung satu sama lain. Anda diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman. (Efesus 2:8). Dibutuhkan kedua-duanya, bukan hanya salah satunya saja.

—-TIDAK DIUSAHAKAN, TIDAK SEMESTINYA DIBERIKAN, CUMA-CUMA—-

Kasih karunia itu beraneka segi. I Petrus 4:10 (KJV) berbicara tentang “kasih karunia Allah yang beraneka ragam.” karena itu, kasih karunia dapat di definisikan dalam berbagai cara yang berbeda.

Kebanyakan orang mendefinisikan kasih karunia sebagai “kemurahan yang cuma-cuma” Walaupun itu memang benar, itu tidak lengkap. Definisi ini berfokus pada kebeanran bahwa kasih karunia tidak diusahakan dan tidak semestinya diberikan. itu adalah sebuah pemberian. Jika Anda bekerja untuk mendapatkannya, membayarnya, atau memenuhi persyaratan minimal untuk menerimanya– maka itu bukanlah kasih karunia. Kasih karunia tidak diusahakan, tidak semestinya diberikan, dan merupakan kemurahan yang cuma-cuma.

Sisi penting lainnya dari kasih karunia adalah bahwa itu adalah sesuatu yang Allah lakkukan bagi Anda, tidak tergantung Anda. Oleh kasih karunia, Yesus mati bagi dosa-dosa seluruh dunia. Ia tidak menunggu sampai Anda telah hidup dan berdosa sebelum meresponi Anda. Tidak, Allah meneyelesaikan keselamatan sebelumnya dan tidak tergantung dari Anda. Ia telah menetapkan sebelumnya bahwa Ia akna mengutus Anak-Nya ke kayu salib bagi kita bahkan sebelum Ia menciptakan dunia ini, sebelum Ia menciptakan orang-orang, dan sebelum mereka berdosa. Penebusan berdetak di hati Allah jauh sebelum Anda lahir!

Kasih karunia Allah membuat penyediaan bagi keselamatan Anda sebelum Anda pernah membutuhkannya. Yesus mati bagi dosa-dosa anda 2.000 tahun yang lalu–sebelum Anda dilahirkan, sebelum Anda pernah berdosa. SEbelum dan tidak tergantung Anda atau apapun yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkannya atau layak menerimanya, Allah telah menyediakan keselamatan Anda. itulah kemurahan cuma-cuma.

—KONSISTEN—

Kasih Karunia juga konsisten. karena itu tidak didasarkan pada perbuatan kita, dan itu diselesaikan sebelum dan tidak tergantung dari kelayakan, nilai, atau jasa kita, Allah-oleh kasih karunia– bersikap sama terhadap semua orang. Bagi orang Kristen dan non-Kristen, pembenci Allah dan pencinta Allah, kasih karunia-Nya sama persis.

Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Titus 2:11.

Kasih karunia mencakup segala sesuatu yang Yesus lakukan bagi kita dalam penebusan. Firman Allah mengatakan kasih karunia-Nya telah tampak kepada “semua orang,” bukan hanya kepada mereka yang telah atau akan emenrimanya. Karena itu, kasih karunia Allah adalah sama bagi semua orang.

Jika kasih karunia saja yang menyelamatkan Anda, maka semua orang akan diselamatkan. kasih karunia Allah konsisten terhadap semua orang dan telah datang keapda semua manusia, tapi tidak semua diselamtkan. yesus membuatnya sangat jelas bahwa lebih banyak orang akan memilih pintu yang lebar dan jalan yang luas menuju kepada kebinasaan daripada akan mencari pintu sesak yang menuju kepada kehidupan. (Matius 7:13). Mengapa? Anda tidak di selamatkan oleh kasih karunia saja. Anda diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman. Anda harus meresponi kasih karunia Allah dengan iman untuk menerimanya.

Allah mencurahkan kasih karunia yang sama terhadap Adolph Hitler sama seperti Ia mencurahkannya kepada Anda atau saya. Tapi sejauh yang kita ketahui, Hitler tidak menerima kasih karunia Allah. Kecuali Adolph mengubah hatinya di saat -saat terakhir, di mana hanya Tuhan yang tahu, ia akan mengakhiri hidupnya dengan menolak Allah. meskipun jelas-jelas ia adalah pembenci Allah, Kasih karunia Allah selalu tetap konsisten kepadanya. Tapi menurut sepengetahuan kita, Hitler menolak untuk menerimanya.

Kasih karunia saja tidak menyelamatkan Anda. Kasih karunia Allah tidak menyembuhkan Anda sendiri maupun memberkati Anda. kasih karunia Allah tidak melakukan apapun bagi kita sendirian. Namun, ketika Anda menerima kasih karunia itu dan mencampurnya dengan iman, maka kuasa Allah dilepaskan untuk membuat keselamatan menjadi kenyataan dalam hidup Anda.

—RESPONS POSITIF ANDA—

Iman bukanlah sesuatu yang Anda lakukan yang membuat Alalh bergerak. Mempelajari Alkitab, memperkatakan firman, bertindak berdasarkan firman, dll. Semuanya melibatkan iman dalalm prosesnya, tapi dalam diri mereka sendiri mereka bukanlah “iman.” Iman tidak membuat Allah melakukan apapun.

Salah satu alasan utama orang-orang tidak menerima lebih dari Tuhan adalah karena mereka berpikir “iman” adalah respons Allah terhadap sesuatu yang mereka lakukan. Ini menaruh beban keapda Anda untuk berbuat dan menghasilkan. Anda mungkin termotivasi selama beberapa waktu, dan berpikir, Oh, saya akan menjadi sempurna dan melakukan semua hal -hal ini. Lalu Allah akan menyembuhkan saya. Pada akhirnya, tak seorang pun memenuhinya. Tak seorang pun yang cukup baik untuk mengerakkan Allah. Iman tidak menggerakkan Allah; Ia tidak terkungkung. Ia bukanlah Pribadi yang perlu bergerak. Iman bukanlah sesuatu yang Anda lakukan untuk membuat Allah melakukan sesuatu.

Alktiab menyebut “iman” seperti itu sebagai perbuatan dan legalisme. Anda sedang melakukan sesuatu untuk mencoba membuat Allah melakukan sesuatu bagi Anda. itu kedagingan! Anda dapat mengambil firman, memperkatakannya, berdoa, bangun, bersikap disebmuhkan, dan membuang obat Anda, tapi tidnakan Anda tidak akan pernah membuat Allah menyembuhkan Anda. Bahakan, perbuatan danlegalisme menghentikan apa yang telah Allah sediakan untuk termanifestasi ke dalam dunia fisik. Mengapa? Allah tidak akan dipaksa untuk melakukan apapun. SEgala sesuatu dari Allah harus datang oleh kasih karunia melalui Iman!.

Iman hanyalah respons positif Anda terhadap apa yang telah Allah sediakan oleh kasih karunia. Jika apa yang Anda sebut sebagai “iman” bukanlah respons dari apa yang telah Allah sediakan, maka itu bukanlah iman yang sesungguhnya. Iman tidak berusaha untuk membuat Allah meresponi Anda secara positif. Iman yang sesungguhnya adalah respons positif Anda terhadap apa yang telah Allah kerjakan oleh kasih karunia.

Iman hanya mengambil apa yang telah Allah sediakan oleh kasih karunia. Jika Anda berusaha membuat Allah melakukan sesuatu yang baru, maka itu bukanlah iman. Iman yang sesungguhnya hanya menerima–menjangkau dan mengambil– apa yang telah Allah sediakan.

—–Dikutip dari buku berjudul “Anda telah memiliki segalanya”, Hal : 48-55″, Penulis : Andrew Wommack” , Penerbit : Light Publishing.—-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: