Iman meresponi kasih karunia

Apapun usaha yang kamu lakukan, membaca Firman, pergi ke gereja, ikuti persekutuaan, berbuat baik, hidup dalam kekudusan, dan melakukan Firman Tuhan, itu tidak akan membuat Allah lebih mengasihi Anda ataupun membuat Allah bereaksi, (meskipun Anda perlu melakukan hal-hal itu). Ia tidak pernah bereaksi terhadap kita. Allah telah mengerjakan segalanya oleh kasih karunia, dan imann adalah reaksi kita kepada-Nya.

Daging, Perbuatan, dan legalisme semuanya berusaha untuk melakukan segala sesuatu untuk mendapatkan respons positif dari Allah, Tapi Tuhan berkata bahwa ia tidak akan pernah membagikan kemulian-Nya dengan siapapun. Anda tidak “membuat” Allah menyelamatkan, menyembuhkan, atau membuat Anda makmur. Ia telah mengerjakannya. yang Anda lakukan adalah meresponi secara positif dalam iman untuk menjangkau dan mengambil apa yang telah Ia sediakan.

Jangan bingung berusaha untuk “membuat” Allah melakukan sesuatu dengan iamn Anda untuk membuat apa yang telah Ia kerjakan termanifestasi. Anda tidak bisa memaksa Allah untuk melakukan apapun. Tapi–oleh iman–Anda dapat membuat apa yang telah Ia sediakan termanifestasi. Itu adalah sebuah perbedaan yang besar!

Iman hanyalah respon positif Anda terhadap apa yang telah Allah kerjakan. Anda tidak mendapatkan kemuliaan. Anda tidak bisa berkata bahwa Anda membuat sesuatu terjadi. Itu adalah kuasa Allah, bukan kuasa Anda. Ia tidak bereaksi kepada Anda atau apapun yang telah Anda kerjakan. Anda hanya meresponi kasih karunia-Nya!

Iman dan kasih karunia yang dipisahkan–terpisah satu sama lain– akan membunuh Anda! mereka harus saling mendukung satu sama lain untuk mengalami hidup berkelimpahan yang Allah maksudkan untuk Anda nikmati. Pengajaran iman, jika hanya “lakukan sesuatu untuk mengerakkan Allah!!” maka itu akan membunuh Anda. Anda akan berakhir dalam daging-frustrasi, legalistik, dan berorientasi pada perbuatan. Disisi lain, kasih karunia yang ekstrem juga akan membunuh Anda. Jika itu adalah “Allah melakukan segala sesuatu dan Anda tidak harus melakukan apapun,” kepasifan Anda yang berikutnya akan menghalangi apa yang telah Tuhan kerjakan untuk termanifestasi dalam hidup Anda. Lalu Anda akan harus membuat berbagai jenis alasan mengapa Anda tidak mengalami hidup berkelimpahan yang Allah sediakan oleh kasih karunia-Nya dan jelas sekali dijanjikan dalam firman-Nya. Kasih karunia dan iman harus bekerja sama.

–Dikutip dari buku berjudul : “Anda telah memiliki segalanya” , hal : 76 -77, Penulis : Andrew Wommack, Penerbit : Light Publlishing—-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: